Itu sihir,
Tapi tidak hitam
Sihirnya seputih salju
Lantunan Ayat-ayat itu menyihir susunan Syarafku
Beribu makna terselip di dalamnya
berikan kekuatan yang begitu besar
Jemari bergerak dengan sendirinya
Melukiskan kisah yang terjadi antara kita
Gejolakmu begitu dahsyat
Menyeret jiwa yang kelam kedalam kegelapan
Saat terkhilap disergap malu
Setitik cahaya menerangi jalanku
Perpisahan,
Menjadi kunci masa depan kita
Meski kini,
Aku bukan bagian dari dunia mu
Aku ingin kau bisa meloncat ke hakikat yang lebih tinggi
Aku ingin kau kembali kedalam jalan yang menanti di depan mata
Jalan dimana kau bisa tersenyum
Jalan dimana kau bisa melihat dunia
Lepas
Bebas
Ketika hatimu semakin membatu
Ketika hatimu terus merindu
Ketika jiwa semakin menolak
Ketika jiwa semakin ingkar
Lantunkanlah ayat itu
Ayat yang senantiasa menyihirmu
kedalam hati seputih dan selembut salju
Bogor, 21 Maret 2014
Selasa, 22 April 2014
Jumat, 21 Maret 2014
Teruntuk dirinya.....
Gelap
hanya hati yang mendengar hentakan kaki
hanya hati yang merasa panasnya aura
hanya hati yang mencium bau rindu
hanya hati yang melihat rona muka
hanya hati yang mendengar hentakan kaki
hanya hati yang merasa panasnya aura
hanya hati yang mencium bau rindu
hanya hati yang melihat rona muka
hentakan yang tak seharusnya kudengar
aura yang tak seharusnya kurasa
rindu yang tak seharusnya kucium
rona yang tak seharusnya kulihat
Gelap
hanya dalam hitungan menit
hentakan itu,
aura itu,
rindu itu,
rona itu,
berdiri dibawah remang cahaya
bersama bunga yang dimilikinya
terlalu nyata untuk ukuran bunga tidur
#Berlin 14 Maret 2014
aura yang tak seharusnya kurasa
rindu yang tak seharusnya kucium
rona yang tak seharusnya kulihat
Gelap
hanya dalam hitungan menit
hentakan itu,
aura itu,
rindu itu,
rona itu,
berdiri dibawah remang cahaya
bersama bunga yang dimilikinya
terlalu nyata untuk ukuran bunga tidur
#Berlin 14 Maret 2014
Langganan:
Postingan (Atom)